6 MUSEUM YANG ADA DI KOTA TUA JAKARTA

www.yoicoy.com | Mungkin kebanyakan pengunjung tidak banyak yang menyadari, jika di tempat wisata Kota Tua Jakarta terdapat 6 museum sekaligus. Apa saja museum yang dimaksud ?, berikut adalah 6 Museum yang terdapat di Kota Tua Jakarta versi Yoicoy.....

1. MUSEUM FATAHILLAH/ MUSEUM SEJARAH JAKARTA
Museum Sejarah Jakarta adalah sebuah gedung yang dahulunya adalah Balai Kota (Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Joan van Hoorn. Bangunan ini terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap dibagian timur dan bagian barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan dan ruang bawah tanah yang difungsikan sebagai penjara. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam, Belanda.
Gedung ini diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Gubernur DKI Jakarta bapak Ali Sadikin.
Selengkapnya....

2. MUSEUM SENIRUPA DAN KERAMIK
Sesuai fungsi awalnya, gedung ini dibangun dengan mengakomodasi sistem tataruang untuk kegiatan perkantoran lembaga Peradilan Belanda atau Raad Van Justitie pada tanggal 21 Januari 1870. Rancangan bangunannya bergaya Neo-klasik ini dirancang oleh W.H.F.H. van Raders yang merupakan insinyur yang bekerja di ketentaraan Hindia Belanda. Terdapat delapan tiang besar dibagian depan, yang mengingatkan pada bangunan Romawi. Digedung ini berkantor Dewan Kehakiman di Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia), yang merupakan lembaga peradilan tertinggi pada masa Hindia Belanda. Letaknya berdekatan dengan Stadhuis (Balai Kota, sekarang Museum Sejarah Jakarta)disekeliling Taman Fatahillan.
Museum Keramik diresmikan pada tanggal 10 Juni 1977 oleh Gubernur Jakarta waktu itu adalah bapak Ali Sadikin. Sedangkan untuk Balai Senirupa-nya diresmikan pada tanggal 20 Agustus 1976 oleh bapak Presiden Soeharto. Namun pada tahun 1990 menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.
Selengkapnya....

3. MUSEUM WAYANG
Fungsi awal dari bangunan ini adalah sebuah gereja Belanda lama yang di bangun pada tahun 1640. Gedung gereja itu sempat hancur pada tahun 1808 akibat gempa bumi besar yang disebabkan oleh letusan Gunung Tambora di Nusa tenggara yang kemudian dibangun kembali dengan bentuk seperti yang sekarang ini. Pada tahun 1912, bagian muka dari gedung ini dibangun dengan gaya Neo Renaissance. Di halaman gereja (yang sekarang menjadi taman terbuka Museum Wayang), didalamnya terdapat prasasti – prasasti yang berjumlah 9 buah prasasti yang menampilkan nama – nama pejabat Belanda yang pernah di makamkan di halaman gereja tersebut.
Museum Wayang diresmikan pada 13 Agustus 1975 oleh Ali Sadikin.
Selengkapnya....

4. MUSEUM MANDIRI
Bangunan Museum ini pernah digunakan oleh Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau yang dikenal dengan sebutan Factorij. Perusahaan ini memiliki Aktivitas perbankan dan kantor perdagangan dengan focus pada sector perkebunan. Bangunan ini mulai dibangun pada tanggal 3 Oktober 1929 dan resmi dibuka pada tanggal 14 Januari 1933 sebagai gedung de Factorij Batavia. Bangunan ini di rancang oleh arsitek belanda JJJ de Bruyn, sedang pelaksananya adalah C van der Linde dan A.P. Smith. Sedangkan kontraktor adalah NV Nedam. Museum Mandiri, di sebelah kirinya bersebelahan dengan Museum INDONESIA sedangkan di depannya adalah stasiun kereta api Kota atau yang lebih di kenal masyarakat dengan sebutan Stasiun Beos/BOS ( Bataviasche Oost Spoorwagen ). Beos adalah lafal masyarakat Betawi dari singkatan kata BOS.
Selengkapnya....

5. MUSEUM BANK INDONESIA
Bangunan museum ini adalah bekas gedung Bank INDONESIA Kota yang dipakai sejak tanggal 1 Juli 1953. Sebelum di fungsikan sebagai Bank INDONESIA Kota, gedung ini dipakai oleh De Javasche Bank (DJB), Bank milik Pemerintah Hindia Belanda yang didirikan pertama kali pada tanggal 24 Januari 1828. De Javasche Bank adalah Bank sirkulasi (sirkulasi berbagai macam perdagangan hasil bumi yang datang dari penjuru wilayah Hindia Belanda) yang bertugas juga mencetak dan mengedarkan uang. Pelestarian gedung Bank INDONESIA Kota tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yang telah mencanangkan daerah kota sebagai daerah pengembangan kota lama Jakarta.
Peresmian Museum Bank INDONESIA dilakukan melalui 2 tahap, yaitu :

  • Peresmian tahap I (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank INDONESIA ( saat itu Burhanuddin Abdullah) dan mulai dibuka untuk masyarakat.
  • Peresmian Tahap II (grand Opening) pada tanggal 21 Juli 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
    Selengkapnya...

6. MUSEUM BAHARI
Bangunan Museum Bahari (Gudang Barat) didirikan secara bertahap dimulai pada tahun 1652 sampai tahun 1771. Bangunan yang berdiri persis disamping muara Ciliwung ini memiliki  dua sisi, yaitu sisi barat yang dikenal dengan sebutan Gudang Barat (1652-1771) atau Westzijdsche Pakhuizen dan Gudang Timur atau Oostzijdsche Pakhuizen. Gudang Barat terdiri dari empat bangunan dan tiga diantaranya, sekarang digunakan sebagai Museum Mandiri. Tiga gedung tersebut adalah ;Gedung A memiliki 3 lantai (lantai dasar, lantai 2, dan loteng). Gedung A blok utara selesai dibangun pada tahun 1718, sedangkan Gedung A blok selatan selesai dibangun pada tahun 1719. Tahun selesai pembangunan gedung tersebut terdapat pada atas pintu gudang yang bertuliskan Anno 1718 dan pada bagian yang lain 1719. Gedung B memiliki 2 lantai (lantai dasar dan loteng) dan selesai dibangun pada tahun 1774. Gedung C memiliki 3 lantai (lantai dasar, lantai 2 dan loteng) dan selesai dibangun pada tahun 1773. Angka tahun pembangunan itu hiingga kini masih bisa dililhat pada masing-masing pintu gudang tersebut yang bertuliskan Anno 1773 dan Anno 1774.
Pada tahun 1976, Bangunan ini dipugar kembali dan kemudian pada tanggal 7 Juli 1977 diresmikan menjadi Museum Bahari oleh Gubernur DKI Jakarta, waktu itu dijabat oleh Bapak Ali Sadikin.
Selengkapnya....

Semoga bermanfaat.


Bagikan Bagikan Bagikan
Artikel Iseng Lainnya